Selasa, 25 Juni 2013

Kemenristek: Indonesia Harus Produksi Teknologi Sendiri

VIVAnews - Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) dirayakan setiap tanggal 10 Agustus. Tahun ini, Harteknas sudah memasuki umur yang ke-18.

Harteknas pertama ditandai oleh keberhasilan putra-putri Indonesia menerbangkan prototipe N250 pada 10 Agustus 1995.

Perayaan Harteknas tahun ini mengangkat tema "Inovasi untuk Kemajuan Bangsa." Tema itu dipilih agar penelitian dan pengembangan iptek menjadi solusi di tengah permasalahan yang muncul seiring perkembangan teknologi di dunia.

Untuk menyambut peringatan Harteknas ke-18, Kementerian Riset dan Teknologi menggelar Pameran dan Peluncuran Produk Teknologi Hankam dan Kedirgantaraan pada hari ini, Senin 24 Juni 2013.

Menurut Gusti Muhammad Hatta, Menteri Riset dan Teknologi, tujuan dari Harteknas adalah dalam rangka memberikan penghargaan kepada anak bangsa yang telah melakukan pengembangan teknologi.

"Dengan adanya Harteknas, pemerintah berharap semakin banyak produk-produk teknologi yang diproduksi dan digunakan sendiri oleh anak bangsa," kata Gusti, di sela acara Pameran dan Peluncuran Produk Teknologi Hankam dan Kedirgantaraan, di Kemenristek, Jakarta.

Gusti menambahkan, penggunaan produksi teknologi dalam negeri itu dilakukan untuk menghindari ketergantungan pada produk-produk luar negeri.


"Saya sangat senang dan bangga, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia sudah menggunakan produksi dalam negeri. Seperti membeli produk pesawat tanpa nirawak, roket, pesawat, dan lainnya," ujar Gusti.

Di acara yang sama, Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro mengatakan, dalam belanja alusista di Kemenhan, 30 persennya adalah produk dalam negeri.

"Kami akan terus menggunakan produk dalam negeri agar ekosistem perkembangan teknologi di Indonesia terus tumbuh," kata Purnomo.

Menurut pendapat saya yang saya ketahui selama ini kebanyakan bangsa ini hanya bisa menggunakan produk-produk buatan luar negri seperti halnya saya sendiri, tanpa adanya pemikiran bahwa sebenarnya banyaknya anak bangsa yang berbakat yang bisa dikembangkan dalam menemukan hal-hal ataupun ide baru dalam perkembangan teknologi sehingga bangsa ini tidak hanya bergantung terhadap produk buatan luar negeri saja tetapi juga mampu menciptakan sendiri.

Sumber: http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/423366-kemenristek--indonesia-harus-produksi-teknologi-sendiri
26-6-2013 8.39 AM

Robot Ini Bertugas Memantau Reaktor Nuklir

VIVAnews - Honda Motor Co Ltd dan Advanced Industrial Service & Technology (AIST) bekerja sama mengembangkan robot survei berakses tinggi di Stasiun Energi Nuklir TEPCO Fukushima Daiichi yang dapat dikendalikan dari jarak jauh.

Robot ini berfungsi untuk melakukan penelitian lapangan di reaktor nuklir Fukushima Daiichi milik Tokyo Electric Power Company Inc (TEPCO). Robot tersebut mulai aktif bekerja sejak tanggal 18 Juni 2013.

"Robot survei ini dikembangkan untuk menyediakan berbagai kebutuhan informasi aktual mengenai kondisi di dalam reaktor nuklir," tulis Honda melalui keterangan tertulisnya, Selasa 25 Juni 2013.

AIST bertugas mengembangkan akses platform yang dapat menjangkau area-area yang tinggi, sementara Honda mendapuk bagian lengan robot yang dipasang di atas platform tersebut.

Adapun teknologi yang diterapkan Honda pada lengan robot itu meliputi teknologi yang memungkinkan tampilan tiga dimensi dari berbagai struktur di sekitar area subyek survei.

Selain itu, lengan tersebut dilengkapi sistem pengendalian yang memungkinkan kontrol secara simultan terhadap beberapa persendian lengan robot.



Dengan teknologi ini, lengan robot dapat bekerja secara simultan dan lebih mudah menjangkau objek yang terhalang oleh benda lainnya, mengonfirmasi data 3D secara lebih rinci, serta mengidentifikasi sumber radiasi yang terdapat di dalam struktur gedung reaktor nuklir.

Sementara itu, AIST juga menerapkan teknologi pada remote control dan kamera pintar yang memungkinkan pengendalian jarak jauh melalui kabel serat optik LAN dan juga nirkabel LAN sejauh 400 meter.
Teknologi robot anyar ini merupakan perkembangan dari teknologi robot humanoid ASIMO yang dapat membantu kegiatan sehari-hari manusia.
Honda juga telah mempelajari serta meneliti mengenai kemungkinan penggunaaan robot humanoid di lokasi bencana, misalnya di wilayah Jepang bagian timur yang mengalami gempa bumi besar dan tsunami pada Maret 2011 silam.

Berbica mengenai pengetahuan tentang robot yang saya ketauhi selama ini hanya bisa melakukan hal - hal yang bisa dibilang sederhana itupun pembuat sudah bersusah payah dalam menerapkannya kepada robot tersebut .Tetapi setelah membaca artikel di atas memang tidak bisa dipungkiri bahwa tidak saja ilmu komputasi yang melonjak cepat tetapi juga ilmu robotik yang tidak mau kalah dengan perkembangan zaman.Menurut saya memang harus di kembangkan lagi ilmu atau pengetahuan terhadap robotik karna tidak hanya melakukan hal yang biasa tetapi juga robotik dapat melakukan segala hal yang biasa di lakukan manusia pada umumnya bahkan robot tersebut ada juga yang bisa melakukan hal yang lebih dari kegiatan manusia biasa.

Sumber : http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/423669-robot-ini-bertugas-memantau-reaktor-nuklir
26-6-2013 8.40 AM

Menanti Gebrakan Kamera 41 MP Nokia EOS


Jakarta - Juli diyakini menjadi bulan terkuaknya ponsel Nokia EOS. Seperti rumor yang sebelumnya berkembang, ponsel yang dimaksud akan memboyong kemampuan kamera monster PureView 41MP.

Keyakinan waktu peluncuran tersebut bukan tanpa alasan. Produsen ponsel dari Finlandia itu sudah memposting teaser di blognya. Teaser tersebut bertuliskan "41 million reasons", "41 million reasons to zoom in to Nokia Conversation on July 11th", kalimat yang lantas menuntut pada dugaan bahwa angka 41, mengarah pada Nokia EOS.


Kedatangan seri ini sendiri memang menjadi buah bibir sejak beberapa waktu. Selain dipersenjatai kamera yang mumpuni, display HD+ dengan layar OLED berukuran 4.5 inch, prosesor dual-core, konektivitas LTE, sistem operasi Windows Phone 8 dan memori internal 32GB juga dikabarkan akan menjadi kekuatannya.

Menambah gencar pemberitaan adalah foto bocoran wujud fisik Nokia EOS yang diduga diambil dari lini produksinya. Jika benar, ini berarti ponsel tersebut tengah digarap.

Persaingan smartphone yang menawarkan kamera mumpuni sebagai salah satu daya tarik, kian sengit di pasaran. Baru-baru ini saja, Samsung mengagetkan sebagian khalayak dengan peluncuran Galaxy S4 Zoom, sebuah smartphone dengan kemampuan 10x optical zoom.

Menurut pendapat saya menarik ditunggu memang keluaran - keluaran seperti yang tertera artikel diatas. Bagaimana tidak, kebiasaan kamera yang ada diponsel umumnya tidak sampai melebihi resolusi tersebut maka patut di acungi jempol perusahaan yang mengeluarkan kamera dengan pixel yang begitu besar tetapi bisakah gebrakan yang dilakukannya dapat mudah menguasai ponsel yang beredar dipasaran karena vendor - vendor lain juga tidak mau kalah dengan mengeluarkan fitur - fitur yang dapat memanjakan penggunanya.

Sumber: http://inet.detik.com/read/2013/06/25/135748/2283563/317/menanti-gebrakan-kamera-41-mp-nokia-eos?i991103105
25-06-2013 8.11 PM

BandrOS, Sistem Operasi Buatan Anak Bangsa



Kemampuan anak bangsa dalam mengembangkan teknologi tak pernah kalah dengan negara maju. Kali ini anak bangsa akan mempersembahkan sebuah sistem operasi terbaru. Dengan nama BandrOS, maka anak bangsa telah ikut berkompetisi dalam persaingan sistem operasi mobile .
BandrOS merupakan sebuah kepanjangan dari Bandung Raya Operating System ini dinaungi oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Meski demikian belum diketahui apakah kedepannya sistem operasi ini akan diproduksi secara massal.


Sementara ini, OS ini akan difokuskan untuk smartphone segmen pemerintahan dan perusahaan. Meski demikian, kita patut berharap kalau sistem operasi buatan anak bangsa ini bisa beredar luas.
Produksi BandrOS menurut LIPI dari sisi hardwarenya tergantung pula pada vendor yang nanti akan memproduksinya. Dari sebuah perbincangan didapat bahwa pihakya akan segera mengkonfirmasi kehadiran OS lokal ini.
“Kami hanya sekedar membuat OS mobile-nya sendiri, untuk masalah hardwarenya masih tergantung pada vendor yang nanti mau memproduksinya” ungkap Wawan, Pusat Penelitian Informatika.

Menurut saya dengan ditemukannya sistem operasi baru oleh anak bangsa ini bukan saja sebagai pemicu terhadap anak bangsa yang lainnya dalam hal mengembangkan ilmu pengetahuan tentang sistem operasi tetapi juga dapat memicu untuk anak bangsa yang lainnya menemukan hal - hal baru dalam segi tehnologi komputasi yang bukan saja mengharumkan nama bangsa tetapi juga menjadi kebanggan tersendiri bahwa sistem operasi yang selama ini di ciptakan oleh orang asing sekarang sudah mampu di ciptakan oleh anak bangsa. Dalam hal ini seharusnya pemerintah juga memberikan support terhadap anak bangsa yang mau mengembangkan dalam bidang komputasi sehingga negara kita ini tidak tertinggal dengan negara - negara lain.

Sumber :http://id.berita.yahoo.com/bandros-sistem-operasi-buatan-anak-bangsa-072200578.html

5.12 PM 25-6-13




Twitter Facebook Digg Favorites More